Komunikasi dan Sosialisasi Vaksinasi Butuh Kolaborasi

2021-01-21 13:48   Admin
Home / Berita

JAKARTA, Niteni.id - Sosialisasi vaksinasi covid 19 oleh pemerintah harus kolaborasi dengan multi disiplin ilmu.

Hal ini terungkap dalam acara webinar bertajuk "Vaksinasi Massal Dalam Aspek Komunikasi" Rabu (20/01/2021)

Menurut Ketua STIKOM InterStudi Jakarta, Prof Dr Martani Huseini penolakan vaksinasi di beberapa kalangan termasuk anggota DPR menjadi tanda komunikasi yang salah."Komunikasi interpersonal kepada kelompok agama dan kelompok sosial tidak mudah," ujarnya.

Pemerintah harus melihat persoalan komunikasi dari semua aspek ilmu seperti komunikasi, antropologi, sosiologi dan tata kelola administrasi manajemen.

Direktor Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia mengatakan saat ini kementerian Kesehatan gencar melakukan komunikasi publik terkait vaksinasi covid 19.

Melalui komunikasi masa, pemberdayaan, peningkatan kapasitas, kerjasama lintas sektoral, pemberdayaan multiplatform termasuk publik figur dimanfaatkan pemerintah untuk menggugah kesadaran vaksinasi dan Covid 19.

"Sepanjang masa pandemi, perilaku pencegahan COVID-19 belum konsisten. Praktik 3M masih belum sepenuhnya menjadi bagian dari norma masyarakat. Baru sekitar 35% yang memiliki kesadaran," kata Siti Nadia.

Gencarnya kampanye vaksinasi Covid 19 dikarenakan baru sekitar 74 persen masyarakat mengetahui tentang vaksin. 65 persen diantaranya bersedia menerima vaksin jika disediakan pemerintah, 20 - 30 persen masih ragu dan 7-10 secara tegas menolak

Pemerintah melalui kementerian kesehatan diminta berhati-hati dalam memilih tokoh untuk sosialisasi vaksin . "Jangan sampai memanfaatkan artis pengaruh sebagai influencer tapi malah melakukan langkah-langkah yang tidak produktif," Ujar jurnalis Senior Ray Wijaya.

Menurut Ray, selain pemilihan media yang tepat, dalam menyiapkan pesan yang akurat diperlukan komunikator yang capable dan credible yang ditinjau dari keilmuan, keagamaan, komunikasi, popularitas dan pegaruhnya.