Kolaborasi Industri dengan Pendidikan Tinggi

2021-02-26 15:16   Admin
Home / Berita

Industri bukan hanya sebagai pengguna dari SDM yang hasilkan oleh pendidikan tinggi namun juga perlu adanya keterlibatan industri dalam pengajaran dan penyusunan kurikulum dan penilaian project.

Jakarta, Portonews.com – Era transformasi teknologi menuntut setiap individu untuk beradaptasi dan mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Selain kemudahan dalam mengakses informasi, dunia digital juga menawarkan peluang dan tantangan tersendiri dalam segala bidang kehidupan.

Untuk itu diperlukan kolaborasi seluruh pihak terkait penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menapaki era digital termasuk salah satunya kolaborasi dengan industri. Pernyataan disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR yang membidangi pendidikan Hetifah Sjaifudia dalam webinar dengan tema “Exploring Opportunities in Indonesia and Malaysia to Build Quality Human Resources In The Digital Communication Era” kerjasama InterStudi dan Universitas Teknologi Mara Malaysia, 24 Februari 2021.

“Industri bukan hanya sebagai pengguna dari SDM yang hasilkan oleh pendidikan tinggi namun juga perlu adanya keterlibatan industri dalam pengajaran dan penyusunan kurikulum dan penilaian project-projectnya sehingga tidak terjadi lagi perguruan tinggi mengajarkan sesuatu yang tidak dibutuhkan oleh industri,” ujar Hetifah Sjaifudia.

Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting dilakukan termasuk dalam penelitian, komersialisasi hasi penelitian, penempatan magang dan penyerapan kelulusan. Saat ini, lanjutnya, mahasiswa diberikan kesempatan 3 semester di luar prodi untuk belajar termasuk magang di industri, pertukaran mahasiswa baik antar perguruan tinggi maupun ke luar negeri dan tetap dihitung dalam SKS. “Untuk itu perguruan tinggi harus memiliki network yang luas dengan dunia industri, NGO, lembaga multilateral termasuk start up bisnis,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Rektor UiTM Negeri Sembilan, Kampus Seremban, Malaysia Dr. Suhaimi Bin Haji Abd Samad mengatakan era digital memunculkan tantangan global dalam melindungi asset manusia sebagai pelaku sosioekonomik dan perannya dalam mengemban misi menuju masyarakat digital modern.

Lebih lanjut, Dr. Suhaimi menjelaskan adanya sektor-sektor yang selama ini terabaikan berkaitan dengan kesehatan, teknologi, persamaan gender, telecommuting (work from home), serta globalisasi (imigran) dimana dibutuhkan komitmen serta kesiapan mental dan infrastruktur dalam mendukung sumber daya manusia, khususnya dalam ruang lingkup Indonesia dan Malaysia baik dari pihak pemerintah maupun swasta.

Menurutnya, Di era digital communication dewasa ini dibutuhkan sinergi yang harmonis di antara kedua belah pihak baik Indonesia dan Malaysia untuk menjembatani jurang pemisah yang kian menganga akibat krisis pandemi yang saat ini sedang berlangsung.

Webinar yang dukung KTM dan Motorex ini menghadirkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah sebagai keynote speech dan narasumber lainnya Memiyanty bt Hj Abdul Rahim – Deputy Dean of Research, Industry linkages, Community, Alumni and Entrepreneurial Networks, Faculty of Administrative Science & Policy Studies, UiTM Selangor Malaysia, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc – The Head of LLDikti Territory dan Dr.Yoki Yusanto, M.Ikom – Communication Lecturer Of STIKOM InterStudi.

Ketua Penyelenggara Webinar Danang Sangga Buwana menyatakan kebanggaanya atas berlangsungnya webinar internasional ini. Menurutnya, Interstudi akan kembali menggelar webinar Internasional series dengan bekerjasama dengan universitas di Jepang, Asia Tenggara, kawasan Timur Tengah dan Belanda pada bulan yang akan datang jika kondisi memungkinkan. “Ini menunjukkan bahwa Interstudi sudah go internasional,” tandas Penanggung jawab kuliah Umum dan Kemitraan InterStudi.