BERITA / NEWS

Dunia Tanpa Batas: Bebas Berekspresi dan Bijak Menempatkan Diri Dalam Ruang Digital

Jakarta, digital saat ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Majunya teknologi dan internet membuka banyak jalan untuk media sosial tumbuh dan berkembang. Kita sebagai manusia menjadi pengguna dari media sosial, dengan mudahnya membuat banyak akun kita bisa berekspresi pada media sosial tersebut. Tapi, apakah kita sudah bijak dalam menggunakan  media sosial tersebut? Oleh karenanya, Kominfo, Siberkreasi, Aspikom, dan STIKOM InterStudi berkolaborasi untuk menyelenggarakan webinar yang diadakan pada 2 Desember 2021 lalu dengan judul Dunia Tanpa Batas: Bebas Berekspresi & Bijak Menempatkan Diri dalam Ruang Digital. 

Webinar yang diikuti oleh lebih dari 500 partisipan ini menghadirkan pembicara akademisi dan praktisi digital seperti: Ernest Rafael -- Branding & Marketing Strategiest dan CEO/Founder Esa Kreasi yang membicarakan seputar kecakapan digital.  Rizky Fauzi S.I.Kom.,M.I.Kom -- Dosen STIKOM InterStudi dan Founder Hajjatan.com menjabarkan tentang budaya digital. Diajeng H. Hermanu, BSBA, M.I.Kom -- Dosen STIKOM InterStudi dan Praktisi PR, Founser Senopati41, menjelaskan bagaimana beretika di digital, dan Kurnia, SE.,MM -- Dosen STIKOM InterStudi dan Peneliti Media Digital memberikan data bagaimana kita sebagai pengguna harus aman dalam berdigital.

Tidak ketinggalan juga webinar dengan moderator Subki Abdul yang kesehariannya sebagai presenter TVR Parlemen menghadirkan Wakil Gubernur Prov. DKI Jakarta -- A Riza Patria sebagai keynote speech dan Verlita Evelyn sebagai key opinion leader (KOL) yang membagikan pengalaman bahwa saat ini digital adalah menjadi support channel dalam usaha makanan yang sedang dikelolanya. 

Aldila Dense 
Editor - Make It Happen
Sedang belajar ilmu, riset, dan strategi komunikasi di STIKOM InterStudi.

Read More
Pandemi Mereda Pemerintah Dorong Pengembangan Quality Tourism

HARIANKAMI.com -- Pemerintah Dorong Pengembangan Quality Tourism

Seiring meredanya pandemi covid 19 di tanah air, sektor pariwisata mulai menggeliat di berbagai daerah.

Guna mendorong recovery sektor penghasil devisa terbesar ini, pemerintah terus melelakukan pengembangan untuk mencapai Quality Tourism.

Apa itu?

Yaitu pariwisata yang berkualitas baik dari product maupun market nya.

Pernyataan ini disampaikan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Baparekraf, Rizki Handayani Mustafa.

Rizki mengungkap hal ini, dalam webinar dengan tema “Pariwisata..! Lets Go on Fire”.

Webinar yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis bekerjasama dengan 3 Kampus Merdeka yaitu Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, STIKOM InterStudi Jakarta dan STIE Bisnis Indonesia Jakarta, Sabtu 4/12/2021.

Menurut Rizki Handayani, pandemi Covid 19 telah mengubah trend pariwisata dari yang sebelumnya bersifat mass tourism menjadi individual treveler dan lebih mengutamakan pada isu kesehatan.

 "Untuk itu kami dari deputy VI Kemenperekraf terus mendorong dilakukannya diversifikasi produk wisata," ujar Rizky.

MICE dan event, masih menurut Rizky, karena pada tahun 2022 MICE ini akan sangat berkembang.

Untuk itu pengembangan SDM Pariwisata menjadi sangat penting untuk mencapai quality tourism.

Sehingga yang dilakukan adalah terus dengan kegiatan pelatihan dan pengembangan.

"Kolaborasi dengan sekolah pariwisata serta penyesuaian kurikulum pariwisata terkait digitalisasi," ujar Rizky.

 Dalam mendukung proses recovery sektor pariwisata ini, Kemenparekraf melakukan pengembangan terhadap 5 destinasi super prioritas, 10 destinasi wisata bali baru dan destinasi wisata lainnya.

"Dalam tiga empat tahun terakhir berkembang desa wisata yang digerakkan oleh komunitas di berbagai wilayah. Komunitas yang memulai dan pemerintah yang memfasilitasi," lanjutnya.

Selain itu, Rizky memaparkan, pada masa pandemi ini pemerintah juga membuka peluang dibukanya destinasi wisata medical karena memiliki potensi yang sangat besar.

"Mumpung bordernya masih ditutup untuk berobat ke luar negeri, pemerintah berkolaborasi dengan kementerian kesehatan, IDI, farmasi, asuransi dan platform kesehatan untuk melakukan kampanya sehat di Indonesia," terangnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr. Ismail mengatakan pada era up and down pandemi seperti ini

Saatnya sektor pariwisata menghadirkan masa 'menanam' bersama keminfo untuk menuntaskan infrastruktur digital di seluruh daerah wisata.

"Seluruh tempat wisata harus tersentuh conectivity telekomunikasi dan internet. Tidak hanya tersedia tapi harus dengan kualitas broadband agar bisa mengirimkan video,” tambah Ismail.

Lebih lajut ia mengatakan, untuk mendorong pariwisata daerah perlu disiapkan koneksi dengan pengembangan smart city.

Adapun smart city ini di kota tujuan wisata dengan infrastruktur yang ramah bagi wisatawan dengan menghadrkan berbagai layanan digital seperti transportasi, akomodasi maupun transaksi keuangan digital.

"Solusi digital menjadi penting untuk memudahkan wisatawan guna meyakinkan bahwa perjalanan mereka save dan aman dari berangkat sampai pulang. Jadi, hadirkan solusi digital dalam industri pariwisata," tandasnya.

 Anggota Komisi X DPR RI Nur Purnama Sidi dalam pemaparannya yang disampaikan Staf Ahli Frenza Fairuz Firmansyah mengatakan digital trevel, digital tourism, smart marketing, smart vilage.

"Akan menjadi peluang pariwisata di Indonesia di era revolusi industri 4.0," masih dalam penjelasan anggota Komisi X DPR RI Nur Purnama Sidi. 

Menurutnya Perlu dilakukan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, akademisi, masyarakat dan media.

Untuk kemajuan sektor pariwisata dangan membentuk berbagai upaya sesuai master plan of tourism.

"Pengembangan desa wisata menjadi pandemic winer of tourism destination karena sesuai dengan trend pariwisata yaitu lebih mengarah pada personal, kedekatan, kenyamanan dan pariwisata yang mengedepankan masyarakat sebagai pengelolanya," tandas politisi Golkar ini.

 Ketua Harapan Pemuda Indonesia Laila Nihayati mengatakan pemuda bisa menjadi salah satu solusi sektor pariwisata.

"Para pemuda yang memiliki sikap kratif, inovatif, daya saing dan berani keluar dari zona nyaman, dengan satu gadget bisa menyampaikan informasi yang baik terkait pariwisata," ujarnya.

Menurutnya munculnya banyaknya pengusaha muda yang kompeten bisa menjadi partner dalam pengembangan pariwisata.

"Mereka biasanya memiliki forum untuk bisa mengajak, memiliki penguasaan kompetensi yang unggul, profesional, inovatif dan kreatif serta memiliki sence of entrepreneurship dan socioentrepreneurship," tandas Laila.

Acara webinar "Pariwisata lets go on Fire" menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Anggota Komisi X DPR RI M. Nur Purnama Sidi, Dirjen SDPPI Kemenkominfo Dr. Ismail. MT,  Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Baparekraf.

Juga hadir Rizki Handayani Mustafa, Akademisi STP Trisakti Prof. Dr. Willy Arafah dan Ketua Harapan Pemuda Indonesia Laila Nihayati.

Editor: Redaksi Kami

Read More
Pemerintah Di Pengembangan Quality Tourism Seiring 2022 Pandemi Mereda

MATRANEWS.id — Pemerintah Dorong Pengembangan Quality Tourism. Seiring meredanya pandemi covid 19 di tanah air, sektor pariwisata mulai menggeliat di berbagai daerah.

Guna mendorong recovery sektor penghasil devisa terbesar ini, pemerintah terus melelakukan pengembangan untuk mencapai Quality Tourism.

Apa itu?

Yaitu pariwisata yang berkualitas baik dari product maupun market nya.

Pernyataan ini disampaikan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Baparekraf, Rizki Handayani Mustafa.

Rizki mengungkap hal ini, dalam webinar dengan tema “Pariwisata..! Lets Go on Fire”.

Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, STIKOM InterStudi Jakarta dan STIE Bisnis Indonesia Jakarta, Sabtu 4/12/2021.

Menurut Rizki Handayani, pandemi Covid 19 telah mengubah trend pariwisata dari yang sebelumnya bersifat mass tourism menjadi individual treveler dan lebih mengutamakan pada isu kesehatan.

“Untuk itu kami dari deputy VI Kemenperekraf terus mendorong dilakukannya diversifikasi produk wisata,” ujar Rizky.

MICE dan event, masih menurut Rizky, karena pada tahun 2022 MICE ini akan sangat berkembang.

Untuk itu pengembangan SDM Pariwisata menjadi sangat penting untuk mencapai quality tourism.

Sehingga yang dilakukan adalah terus dengan kegiatan pelatihan dan pengembangan.

“Kolaborasi dengan sekolah pariwisata serta penyesuaian kurikulum pariwisata terkait digitalisasi,” ujar Rizky.

Dalam mendukung proses recovery sektor pariwisata ini, Kemenparekraf melakukan pengembangan terhadap 5 destinasi super prioritas, 10 destinasi wisata bali baru dan destinasi wisata lainnya.

“Dalam tiga empat tahun terakhir berkembang desa wisata yang digerakkan oleh komunitas di berbagai wilayah. Komunitas yang memulai dan pemerintah yang memfasilitasi,” lanjutnya.

Selain itu, Rizky memaparkan, pada masa pandemi ini pemerintah juga membuka peluang dibukanya destinasi wisata medical karena memiliki potensi yang sangat besar.

“Mumpung bordernya masih ditutup untuk berobat ke luar negeri, pemerintah berkolaborasi dengan kementerian kesehatan, IDI, farmasi, asuransi dan platform kesehatan untuk melakukan kampanya sehat di Indonesia,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr. Ismail mengatakan pada era up and down pandemi seperti ini

Saatnya sektor pariwisata menghadirkan masa ‘menanam’ bersama keminfo untuk menuntaskan infrastruktur digital di seluruh daerah wisata.

“Seluruh tempat wisata harus tersentuh conectivity telekomunikasi dan internet. Tidak hanya tersedia tapi harus dengan kualitas broadband agar bisa mengirimkan video,” tambah Ismail.

Lebih lajut ia mengatakan, untuk mendorong pariwisata daerah perlu disiapkan koneksi dengan pengembangan smart city.

Adapun smart city ini di kota tujuan wisata dengan infrastruktur yang ramah bagi wisatawan dengan menghadrkan berbagai layanan digital seperti transportasi, akomodasi maupun transaksi keuangan digital.

“Solusi digital menjadi penting untuk memudahkan wisatawan guna meyakinkan bahwa perjalanan mereka save dan aman dari berangkat sampai pulang. Jadi, hadirkan solusi digital dalam industri pariwisata,” tandasnya.

Anggota Komisi X DPR RI Nur Purnama Sidi dalam pemaparannya yang disampaikan Staf Ahli Frenza Fairuz Firmansyah mengatakan digital trevel, digital tourism, smart marketing, smart vilage.

“Akan menjadi peluang pariwisata di Indonesia di era revolusi industri 4.0,” masih dalam penjelasan anggota Komisi X DPR RI Nur Purnama Sidi.

Menurutnya Perlu dilakukan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, akademisi, masyarakat dan media.

Untuk kemajuan sektor pariwisata dangan membentuk berbagai upaya sesuai master plan of tourism.

“Pengembangan desa wisata menjadi pandemic winer of tourism destination karena sesuai dengan trend pariwisata yaitu lebih mengarah pada personal, kedekatan, kenyamanan dan pariwisata yang mengedepankan masyarakat sebagai pengelolanya,” tandas politisi Golkar ini.

Ketua Harapan Pemuda Indonesia Laila Nihayati mengatakan pemuda bisa menjadi salah satu solusi sektor pariwisata.

“Para pemuda yang memiliki sikap kratif, inovatif, daya saing dan berani keluar dari zona nyaman, dengan satu gadget bisa menyampaikan informasi yang baik terkait pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya munculnya banyaknya pengusaha muda yang kompeten bisa menjadi partner dalam pengembangan pariwisata.

“Mereka biasanya memiliki forum untuk bisa mengajak, memiliki penguasaan kompetensi yang unggul, profesional, inovatif dan kreatif serta memiliki sence of entrepreneurship dan socioentrepreneurship,” tandas Laila.

Acara webinar “Pariwisata lets go on Fire” menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Anggota Komisi X DPR RI M. Nur Purnama Sidi, Dirjen SDPPI Kemenkominfo Dr. Ismail. MT,  Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Baparekraf.

Juga hadir Rizki Handayani Mustafa, Akademisi STP Trisakti Prof. Dr. Willy Arafah dan Ketua Harapan Pemuda Indonesia Laila Nihayati.

Read More
Pandemi Mereda Pemerintah Dorong Pengembangan Quality Tourism.

Jakarta, Sonora.Id - Seiring meredanya pandemi covid 19 di tanah air, sektor pariwisata mulai menggeliat di berbagai daerah. Guna mendorong recovery sektor penghasil devisa terbesar ini pemerintah terus melelakukan pengembangan untuk mencapai Quality Tourism yaitu pariwisata yang berkualitas baik dari product maupun market nya.

Pernyataan di disampaikan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Baparekraf, Rizki Handayani Mustafa dalam webinar dengan tema “Pariwisata..! Lets Go on Fire” yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis bekerjasama dengan 3 Kampus Merdeka yaitu Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, STIKOM InterStudi Jakarta dan STIE Bisnis Indonesia Jakarta, Sabtu (4/12/21)

Menurut Rizki Handayani, pandemi Covid 19 telah mengubah trend pariwisata dari yang sebelumnya bersifat mass tourism menjadi individual treveler dan lebih mengutamakan pada isu kesehatan.

"Untuk itu kami dari deputy VI Kemenperekraf terus mendorong dilakukannya diversifikasi produk wisata, MICE dan event karena pada tahun 2022 MICE ini akan sangat berkembang. Untuk itu pengembangan SDM Pariwisata menjadi sangat penting untuk mencapai quality tourism. Sehingga kami terus melakukan kegiatan pelatihan dan pengembangan dan kolaborasi dengan sekolah pariwisata serta penyesuaian kurikulum pariwisata terkait digitalisasi," ujar Rizky.

Dalam mendukung proses recovery sektor pariwisata ini, Kemenparekraf melakukan pengembangan terhadap 5 destinasi super prioritas, 10 destinasi wisata bali baru dan destinasi wisata lainnya. " 3-4 tahun terakhir berkembang desa wisata yang digerakkan oleh komunitas di berbagai wilayah. Komunitas yang memulai dan pemerintah yang memfasilitasi," lanjutnya.

Selain itu, pada masa pandemi ini pemerintah juga membuka peluang dibukanya destinasi wisata medical karena memiliki potensi yang sangat besar. "Mumpung bordernya masih ditutup untuk berobat ke luar negeri, pemerintah berkolaborasi dengan kementerian kesehatan, IDI, farmasi, asuransi dan platform kesehatan untuk melakukan kampanya sehat di Indonesia," terangnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr. Ismail mengatakan pada era up and down pandemi seperti ini, saatnya sektor pariwisata menghadirkan masa 'menanam' bersama keminfo untuk menuntaskan infrastruktur digital di seluruh daerah wisata.

"Seluruh tempat wisata harus tersentuh conectivity telekomunikasi dan internet. Tidak hanya tersedia tapi harus dengan kualitas broadband agar bisa mengirimkan video,” tambah Ismail.

Lebih lajut ia mengatakan, untuk mendorong pariwisata daerah perlu disiapkan koneksi dengan pengembangan smart city di kota tujuan wisata dengan infrastruktur yang ramah bagi wisatawan dengan menghadrkan berbagai layanan digital seperti transportasi, akomodasi maupun transaksi keuangan digital. "Solusi digital menjadi penting untuk memudahkan wisatawan guna meyakinkan bahwa perjalanan mereka save dan aman dari berangkat sampai pulang. Jadi, hadirkan solusi digital dalam industri pariwisata," tandasnya.

Anggota Komisi X DPR RI Nur Purnama Sidi dalam pemaparannya yang disampaikan Staf Ahli Frenza Fairuz Firmansyah mengatakan digital trevel, digital tourism, smart marketing, smart vilage akan menjadi peluang pariwisata di Indonesia di era revolusi industri 4.0. Menurutnya Perlu dilakukan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, akademisi, masyarakat dan media untuk kemajuan sektor pariwisata dangan membentuk berbagai upaya sesuai master plan of tourism.

"Pengembangan desa wisata menjadi pandemic winer of tourism destination karena sesuai dengan trend pariwisata yaitu lebih mengarah pada personal, kedekatan, kenyamanan dan pariwisata yang mengedepankan masyarakat sebagai pengelolanya," tandas politisi Golkar ini.

Ketua Harapan Pemuda Indonesia Laila Nihayati mengatakan pemuda bisa menjadi salah satu solusi sektor pariwisata. "Para pemuda yang memiliki sikap kratif, inovatif, daya saing dan berani keluar dari zona nyaman, dengan satu gadget bisa menyampaikan informasi yang baik terkait pariwisata," ujarnya.

Menurutnya munculnya banyaknya pengusaha muda yang kompeten bisa menjadi partner dalam pengembangan pariwisata. "Mereka biasanya memiliki forum untuk bisa mengajak, memiliki penguasaan kompetensi yang unggul, profesional, inovatif dan kreatif serta memiliki sence of entrepreneurship dan socioentrepreneurship," tandas Laila.

Acara webinar "Pariwisata lets go on Fire" menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Anggota Komisi X DPR RI M. Nur Purnama Sidi, Dirjen SDPPI Kemenkominfo Dr. Ismail. MT, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Baparekraf Rizki Handayani Mustafa, Akademisi STP Trisakti Prof. Dr. Willy Arafah dan Ketua Harapan Pemuda Indonesia Laila Nihayati.

Penulis: Jumar Sudiyana

Editor: Jumar Sudiyana

Read More

What people say?

InterStudi Minoritas Berkualitas

mri

Interstudi Programs

Menyelenggarakan berbagai bidang pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk memenuhi berbagai kesempatan kerja sesuai dengan perkembangan dunia usaha dan teknologi di era globalisasi.
SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI(STIKOM)

Sebagai institusi pendidikan, InterStudi berdiri sejak 10 Maret 1982. Berawal dari pendidikan singkat atau lembaga kursus dan pelatihan, InterStudi mengembangkan pendidikan melaui program pelatihan tiga bulan, enam bulan dan satu tahun untuk menghasilkan lulusan tenaga profesional di bidang sekretari, bahasa, manajemen, broadcasting, public relations, komputer dan desain.

Meningkatnya potensi dan minat lulusan maupun calon mahasiswa untuk dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi membuat InterStudi semakin berkomitmen untuk mengembangkan jenjang pendidikan pelatihan menjadi Diploma I, Diploma III, Sarjana Strata 1 dan Strata 2.

Diploma I dan Diploma III kemudian dikelola oleh Akademi Sekretari InterStudi yang juga masih mengelola program pelatihan enam bulan dan tiga bulan untuk bidang keahlian Sekretaris. Pengelolaan pendidikan jenjang Strata I dilakukan melalui penyelenggaraan program studi Ilmu Komunikasi dan Desain.

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi (STIKOM) atau lebih di kenal dengan STIKOM InterStudi merupakan Perguruan Tinggi yang diasuh oleh Yayasan InterStudi yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 119/D/O/1998 tanggal 28 Agustus 1998 berupa pemberian ijin terdaftar untuk Program Studi Ilmu Komunikasi untuk Jenjang Program Studi Sarjana Strata 1 dan Program Diploma Tiga (D III). Ilmu Komunikasi dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi InterStudi yang memiliki konsentrasi peminatan Hubungan Masyarakat, Penyiaran, Periklanan dan Komunikasi Bisnis.

Pada tahun 2008 STIKOM InterStudi membuka Program Magister Ilmu Komunikasi sebagaimana ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 4008/D/T/2007 tertanggal 29 Nopember 2007.

  1. Visi, Misi, Tujuan, Strategi, dan Tata nilai
  • Visi

Menjadi Perguruan Tinggi terkemuka serta diakui sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu komunikasi yang menghasilkan tenaga profesional, akademik dan riset dalam industri kreatif pada tahun 2030.

  • Misi
  1. Menyiapkan peserta didik dan tenaga pengajar yang profesional untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang komunikasi yang mampu bersaing secara nasional dalam industri kreatif
  2. Mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan komunikasi yang memberikan manfaat dan menyebarkannya demi kepentingan Industri kreatif
  3. Menumbuhkembangkan penelitian dasar dan terapan ilmu komunikasi dalam masyarakat dan industri kreatif
  • Tujuan
  1. Menghasilkan sumber daya manusia di bidang komunikasi yang diperlukan oleh masyarakat dan industri kreatif
  2. Mendidik calon praktisi dan akademisi komunikasi yang kompetitif dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan industri kreatif
  3. Menerbitkan publikasi ilmiah yang berbasis riset dasar dan terapan dalam ilmu komunikasi dan industri kreatif
  • Strategi

Strategi pencapaian visi, misi dan tujuan ditetapkan melalui tahapan perencanaan yang disesuaikan dengan sasaran tonggak-tonggak capaian (milestones) STIKOM InterStudi dan tertuang dalam Rencana Strategis (RENSTRA) 2016-2020 yang disahkan melalui Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi InterStudi No.005/SK/STIKOM/VI/2018 dan dirincikan melalui pilar strategi meliputi:

  1. Pemantapan mutu akademik diimplementasikan melalui reorientasi kurikulum program guna meningkatkan relevansi mutu capaian pembelajaran yang secara konsisten ditunjang dengan peningkatan mutu bahan ajar, mutu tenaga pengajar dan tenaga kependidikan serta mutu mahasiswa sehingga akan berkontribusi pada peningkatan mutu metode pembelajaran kolaboratif yang mengarah pada pemantapan kompetensi lulusan.
  2. Pemantapan tata kelola manajemen dan keuangan berfokus pada implementasi tata kelola yang ditunjang dengan pengelolaan manajemen dan keuangan guna pencapaian tujuan dan target sasaran strategis institusi yang secara konsisten dievaluasi sebagai gambaran kinerja Program.
  3. Relevansi luaran penelitian diimplementasikan melalui reorientasi riset tematik sesuai perkembangan inovasi dan digitalisasi industri melalui diseminasi produk penelitian dan pemanfaatan luaran penelitian.
  4. Ketiga strategi tersebut kemudian dioptimalkan dengan pemantapan kerjasama kemitraan melalui penyelarasan bentuk kerjasama kemitraan dan optimalisasi lingkup kerjasama dan kemitraan (nasional dan internasional).

Penetapan strategi diperkuat dengan penerapan nilai-nilai yang menjadi landasan dalam mewujudkan tujuan, diantaranya;

  1. Integrity; yang dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab dan komitmen memajukan serta mencerdaskan bangsa melalui wawasan, kompetensi, keilmuan, dan pengetahuan ilmu komunikasi
  2. Creativity; yang maknai sebagai semangat kreatifitas dalam penyelenggaraan pelayanan Tridharma Perguruan Tinggi sehingga segala peluang maupun tantangan pengelolaan institusi dapat dijadikan sumber kreatifitas pengembangan STIKOM InterStudi
  3. Society; bahwa sebagai bagian dalam masyarakat dan negara, STIKOM InterStudi melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan memegang nilai-nilai sosial dan kultural, mentaati segala norma dan nilai dalam berbangsa dan bermasyarakat (Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika).

Program S1 : Konsentrasi peminatan

Hubungan Masyarakat, Penyiaran, Periklanan dan Komunikasi Bisnis

Program S2 : Konsentrasi peminatan

Strategic Communication | Entertainment Communication

Fasilitas :

Perpustakaan | Ruang Ibadah | Lab. Komputer | Auditorium | Studio TV | Studio Radio | Studio Editing | Studio Fotografi | Wi-Fi | Kantin

Kampus STIKOM :

Jl. Wijaya II No. 62
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
T. (021) 7262111
F. (021) 72798060

SEKOLAH TINGGI DESAIN INTERSTUDI (STDI)

STDI PROFILE

Pada tahun 2007 InterStudi mendirikan Sekolah Tinggi Desain InterStudi (STDI) yang merupakan Sekolah Tinggi dibidang Desain pertama di Jakarta, dimana lulusannya berhak menyandang gelar Sarjana Desain (S.Ds). Profesi desainer selalu menarik, tidak saja karena kemampuannya membuat berbagai produk seperti rumah tinggal, kemasan, busana, dsb, tampak atraktif, tapi juga memberikan nilai-nilai estetika yang menyenangkan terutama dilihat dari sisi keindahan dan kenyamanan (comfort & beauty). Disamping itu prospek karirnya juga cukup terbuka dan menantang, itulah yang membuat pendidikan dibidang desain semakin diminati.

Visi:

Menjadikan Sekolah Tinggi Desain InterStudi (STDI) sebagai Perguruan Tinggi yang berkualitas, memiliki keunggulan kompetitif dan antisipasif terhadap dinamika desain kini dan masa mendatang serta memiliki kompetensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan desain

Misi:

  1. Mencetak tenaga terampil dan praktisi desain yang profesional di bidangnya, mampu berfikir secara ilmiah dan berwawasan luas
  2. Dapat bekerja mandiri dan berwirausaha dalam berkarya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Program S1

Desain Komunikasi Visual, Desain Multimedia, Desain Interior, Desain Busana

Fasilitas:
Perpustakaan, Lab. Komputer, Lab. Macintosh, Studio Workshop, Studio Fotografi, Ruang Ibadah, Ruang Praktika, Wi-Fi, Kantin

Kampus STDI

Jl. Kapten Tendean No.2
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
T. (021) 71793985
F. (021) 71790477

AKADEMI SEKRETARI INTERSTUDI (AKSEK)

AKSEK PROFILE

Akademi Sekretari (AKSEK) InterStudi adalah perguruan tinggi yang pertama berdiri dibawah naungan InterStudi. Diawali dengan penyelenggaraan studi kesekretarisan program 6 bulan yang kemudian diselenggarakan juga program 1 tahun. Hingga pada tahun 1998 diselenggarakan program D3 kesekretarisan seiring dengan perkembangan dan kebutuhan tenaga sekretaris.

AKSEK InterStudi telah memperoleh Akreditasi dari BAN-PTS, dan telah menghasilkan ribuan alumni yang telah bekerja di berbagai perusahaan. AKSEK InterStudi diasuh oleh praktisi dan akademisi yang menjamin mutu pendidikan dan lulusan. Didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, serta kegiatan mahasiswa yang beragam seperti Secretarial Camp, paduan suara, kesenian, olah raga, dll.

Visi :

Menjadi Akademi Sekretari terkemuka, konsisten dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan global

Misi :

Melaksanakan pendidikan sekretari secara profesional seiring dengan perkembangan dunia usaha dan teknologi dalam era globalisasi melalui kurikulum berbasis kompetensi.

Program yang diselenggarakan :

Diploma 3, Diploma 1, 6 Bulan, 3 Bulan

Fasilitas :

Perpustakaan, Lab. Komputer, Lab. Perkantoran, Ruang Ibadah, Wifi, Kantin

Kampus AKSEK

Jl. Bulungan No.6
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
T. (021) 7250437
F. (021) 7257128

PELATIHAN

PELATIHAN PROFILE

InterStudi mengadakan berbagai program Pelatihan/Pendidikan Praktis, yang telah berjalan sejak tahun 1982. Jenis-jenis program yang diselenggarakan terus bertambah dan berkembang, karena disesuaikan dengan kebutuhan yang terus berubah dari waktu ke waktu. Masa studi yang diselenggarakan beragam, dari program diploma 1 tahun, hingga program singkat 2 hari

Lokasi lokasi studi berada di tempat yang strategis sehingga mudah dijangkau. Program pelatihan ini merupakan pilihan yang tepat bagi seseorang yang ingin mengembangkan diri, karena penggunaan kurikulum yang tepat guna serta pengajar yang kompeten di bidangnya.

Selain itu InterStudi juga memiliki Divisi InHouse Training yang disiapkan khusus untuk mengadakan training dan short course bagi suatu perusahaan atau organisasi. Bisa dipilih berbagai program studi yang sudah ada, atau bahkan ‘Tailor Made’ dimana InterStudi menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Program InHouse Training ini sangat fleksibel, karena waktu dan tempat studi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Berbagai perusahaan atau organisasi pemerintah dan swasta yang tidak hanya berbasis di Jakarta tetapi juga di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan mempercayakan InterStudi untuk melaksanakan training bagi karyawannya.

Fasilitas :

  • Ruang studi ber – AC
  • Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau
  • Laboratorium komputer
  • Staf Pengajar Akademisi & Praktisi yang ahli dibidangnya
  • Bursa Kerja InterStudi membantu penempatan kerja lulusannya
  • Telah memperoleh beberapa penghargaan sebagai Lembaga Pelatihan Berprestasi
  • Free Internet (Wifi)

Informasi & Tempat Studi :
Cabang Bulungan
Jl. Bulungan No.6 (Depan SMU 70)
Kebayoran Baru. Jakarta Selatan
Telp. (021) 7250437
Fax. (021) 7258273

Cabang Sunda
Jl. Sunda No.7 Lt.IV (Samping Sarinah)
Menteng. Jakarta Pusat
Telp. (021) 3150105
Fax (021) 3102463

MAGISTER ILMU KOMUNIKASI Pascasarjana S2

STRATEGIC COMMUNICATION

Mengembangkan kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu yang telah diperoleh pada level sebelumnya (S1) dengan membekali penerapannya pada area praktis: Institusi pemerintahan, dunia usaha, organisasi non profit, maupun pengembangan strategi komunikasi untuk mendukung kebutuhan politik, personal maupun organisasi.

Peminatan

  • Corporate Communication
  • Integrated Marketing Communication

PROGRAM S2 (Pascasarjana)

MAGISTER ILMU KOMUNIKASI

Konsentrasi :

STRATEGIC COMMUNICATION
(Corporate Communication, Integrated  Marketing Communication, Manajemen Multimedia, Manajemen Komunikasi Politik).

Waktu Studi :
Seminggu 3 kali (18.30 – 20.45)
Kelas khusus Sabtu (08.00 – 16.00)

ENTERTAINMENT COMMUNICATION

Pemahaman tentang berbagai konsep, teori dan kasus dalam industri entertainment dikaitkan dengan struktur industri media komunikasi baik media cetak, media elektronik dan bentuk media modern lainnya, Bisnis entertainment merupakan driving force bagi tata ekonomi dunia baru. Para ilmuwan sosial memandang perlu mengkaji aspek psikologs dalam konteks bisnis ini. Oleh karenanya peserta mendapat kesempatan untuk mendalami dan memahami teori psikologi yang dikaitkan dengan media massa, marketing, serta menerapkannya dalam dunia entertainment.

Waktu Perkuliahan

Kelas Malam, Senin, Rabu & Jumat
18.30 – 20.45 (1 sesi)
Kelas Khusus Sabtu
08.00 – 16.00 (3 sesi)

Lokasi :
Kampus STIKOM InterStudi.
Jl. Wijaya II No.62,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
T. (021) 7395305
F. (021) 7395726

 

PUBLIC RELATIONS

Program S1

InterStudi merupakan salah satu perintis dan pelopor pendidikan Public Relations di Indonesia. Profesi PR akan terus diminati karena terus dibutuhkan oleh berbagai perusahaan dalam upaya meningkatkan kepercayaan dan citranya. Peran dan fungsi PR diperlukan oleh hampir
di seluruh organisasi dan perusahaan

Peminatan:
Corporate Communication , Public Relations Political Campaign, Marketing Public Relations

Mata kuliah antara lain:
Cyber PR, Corporate Social Responsibility, Integrated Marketing Communication, Lobi & Negosiasi, MC & Protokoler, Media & Press Relations, Opini Public & Pembentukan Citra, Event Organizer, Public Speaking, Manajemen Isu & Krisis, dll

Prospek Karir:
Staf PR/Humas Perusahaan (PR Officer), Press Relations Officer, Guest/Tenant Relations, Customer Service, Event Organizer, dll

 

Kelas Eksekutif (Program S1)

Tepat bagi yang sedang bekerja. Dimungkinkan selesai dalam waktu 3,5 tahun.

Waktu Perkuliahan
Seminggu 3 (tiga) kali pertemuan. pukul 18.00 – 21.00.